Atas

Review Mineral Botanica Face Masque

Kali ini aku datang dengan membawa brand lokal asli made in Indonesia. Sebelumnya mungkin sudah pernah aku ceritakan kalau aku adalah pecinta produk wardah dan mineral botanica (khusus brand lokal), sebagian produk make up ku adalah keluaran dari kedua brand itu. Karena selain harganya terjangkau, memang produk - produk mereka worth it banget mengingat kualitasnya. Jadi, kalau aku penasaran sama produk mereka aku gak ragu - ragu buat mencoba. Karena sejauh ini aku cocok sama produk mereka, yah walaupun ada juga yang hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi tapi efek sampingnya kecil. Jadi, no problem.
Kembali ke Mineral Botanica Face Masque. Face masque ini adalah produk kedua yang aku pakai setelah sebelumnya aku memakai produk face masque dari Ovale. Kenapa aku kepincut sama produk ini? Karena produk ini mengandung charcoal, yang mana saat itu charcoal lagi happening banget. Katanya charcoal itu bagus buat mengangkat kotoran, terus aku pernah lihat beauty vlogger yang pakai masker yang mengandung charcoal juga (tapi bukan merk mica) komedonya itu sampai ke angkat lho. Sampai segitu hebatnya daya serapnya. Lalu dengan berbekal ekspektasi seperti itu komedo terangkat, kotoran terangkat dan bekas jerawat sedikit demi sedikit hilang maka aku mencoba produk ini.
Aku membeli produk ini di store. Aku lupa harganya berapa. Kemungkinan sekitar 30 - 40rb an kalau gak salah. Tubenya kan bentuknya dipencet gitu kan. Terus aku buka dan aku pencet sedikit demi sedikit kemudian aku oleskan ke wajah. Tapi lama lama aku merasa kok ribet. Udah gitu gak praktis dan efesien, maskernya banyak yang nempel di tangan. Aku bingung juga si di sini, cara pakainya yang benar itu bagaimana? apakah pakai kuas, ditaruh di wadah dulu kemudian dioleskan ke wajah dengan kuas, atau pakai tangan, tinggal dipencet kemudian dioles oleskan? Kalau aku pakai opsi yang kedua.
Tekstur maskernya benar - benar lengket. Ketika di apply ke muka pun susah buat meratakannya, sehingga tidak seluruh wajahku bisa tercover.
Dikemasan tertulis agar memakai masker selama 15 - 20 menit. Karena aku sukanya membangkang alias tidak taat aturan, aku diemin masker itu sampai 30 menit. Pas masker mulai kering, kerasa banget si kalau kulit ketarik. Makin lama makin kenceng. Sejalan dengan hal itu, makin lama pula aku merasakan makin panas. Bukan panas si? Rasanya itu kayak kamu mengoleskan pasta gigi ke kulit wajah. Dingin, campur sedikit perih. Hal ini mungkin karena ada campuran mentholnya di masker ini. Tapi masih wajarlah.
Setelah 30 menit, aku kupas maskernya. Memang ada beberapa komedo yang terangkat, tapi sedikit sekali. Terus wajahku jadi agak kemerahan, mungkin karena efek menthol itu. Tapi setelah aku bilas dengan air wajah kembali normal. Yang paling aku suka adalah efek membuat kulit jadi makin halus. Mungkin karena dia mengangkat sel - sel kulit mati.
Kalau ditanya mau repurchase atau tidak? Belum tahu. Aku soalnya suka nyoba nyoba. Sekian dulu reviewnya. Efek produk mungkin berbeda - beda tiap orang tergantung jenis kulitnya. Saranku patuhi aturan yang sudah tercantum dikemasan. Jangan suka membangkang macam saya. Hahaha

Review Face Oil Glanzen (UPDATE TERBARU)

Sudah pernah dengar merk Glanzen?
Glanzen adalah sebuah merk kosmetik dari Jerman (kalau tidak salah). Awal aku mengenal produk ini dari beauty vlogger yang bernama Arisa Defani. Dia adalah beauty vlogger yang lebih sering menggunakan bahan - bahan alami dalam vlognya. Arisa Defani memiliki tipe wajah berjerawat. Aku termasuk penonton setia video - videonya. Jadi aku cukup tahu kondisi wajahnya itu bagaimana. Sampai suatu ketika, dia mengupload video terbarunya dan aku melihat perubahan yang luarbiasa di wajahnya. Memang itu bukan perubahan yang praktis. Dia sudah berjuang melawan jerawatnya berbulan - bulan bahkan sampai tahun. Dia sudah beberapa kali mengganti produk alami, dan menurutku salah satu yang moncer adalah produk ini. Kelihatan banget bedanya, dia lebih putih dan glowing. Terus kulitnya mulus, gak ada bekas jerawat ataupun bopeng. Arisa memakai 2 produk dari Glanzen yaitu Face oil untuk acne dan sun protection. 
Aku tergiur untuk ikutan mencoba. Maka setelah menimbang, memikirkan dan memutuskan pilihan, pilihanku jatuh untuk mencoba face oil acne dari Glanzen. Aku langsung membayangkan wajahku bisa glowing seperti Arisa Defani. Hahaha, biasa ekspektasi awal.
Sebelum mencoba produk itu, aku memotret wajah bare face ku dulu. Agar aku bisa menganalisa perubahannya. Sebab jika tanpa difoto, kita tidak akan sadar sudah sejauh apa produk itu bekerja. Masalah buatku adalah jerawat, bekas jerawat dan sedikit sekali bopeng. Melihat foto itu aku merasa jelek sekali. Hahaha.
Mulailah aku mencoba produk itu. Karena produk ini dibuat dengan cara alami dan bahan alami pula, aku yakin kalau produk ini aman. Pertama dibuka, bau dari produk ini tidak menyengat sama sekali.
Mungkin karena tidak ada bahan kimianya. Pas dioleskan aku kaget. Face oil ini langsung meresap ke wajah, gak lengket sama sekali. Ekspektasi aku yang namanya face oil itu pasti akan meninggalkan oily oily di wajah. Tapi ini nggak sama sekali lho. Gila gak tuh.
Face oil ini aku pakai setelah toner dan serum. Terus aku pakai 3 tetes. Satu tetes di area dahi, 2 tetes di area pipi kanan dan kiri. Terus dagu gimana? Untuk area dagu aku ambil dari area pipi, karena biasanya diarea pipi masih suka sisa basah basah gitu, terus aku oleskan sedikit didagu.
Sampai saat ini sudah 10 hari masa pemakaian. Yang aku rasain si belum terlalu signifikan. Mungkin karena ini dari bahan alami jadi prosesnya lambat. Malah muncul satu dua jerawat besar - besar. Tapi positifnya, kulit aku teksturnya jadi lebih kenyal. Walaupun bopengnya belum pada hilang si. Tapi kaya jadi lembab gitu. Di apply make up gampang banget. Terus aku merasa jadi setingkat lebih cerah. Itu si yang aku rasain.
Oh ya, Face oil ini harganya 159.000. Apakah aku akan repurchase lagi atau tidak? Belum tahu, karena hasilnya juga belum jelas. Mungkin nanti setelah 1 bulan atau 2 bulan pemakaian. Mungkin juga review ini akan saya update.
Sesuai janji saya, saya akan mengupdate review ini. Setelah 1 bulan lebih pemakaian, aku merasakan sekali manfaatnya. Bahkan banyak orang - orang di sekitarku yang juga turut merasakan perubahan wajahku. Di antara mereka malah ada yang berkomentar, "Kamu perawatan dokter lagi ya, kok sekarang mukanya jadi makin bagus gitu". Ea, auto jungkir balik campur salto.
Lalu, masa mulai berjalan secara alamiahnya. Drama berlanjut. Jadi ceritanya Face Oil ku sudah habis satu botol 2 mingguan yang lalu. Karena memang lagi males banget buat ngerawat wajah, alhasil skin care habis tapi aku malah santai aja, gak beli yang baru. Biasanya, aku sudah order jauh - jauh hari sebelum produk itu benar - benar habis. Karena selama satu bulan ini aku sibuk banget dan banyak urusan kerjaan, ditambah lagi aku selalu begadang. Kadang aku tidur jam 1 kadang jam 2 bruntusan mulai bermunculan, terus aku panik banget kan. Langsung aku order Face Oil dari glanzen ini. Nunggu 3 hari paketan nyampe berasa lama banget. Serius deh. Padahal ni muka udah kasar banget, berasa aspal jalan. Sekarang produknya udah nyampe dan sudah sekitar 4 hari aku pakai. Khasiatnya langsung terasa. Perlahan bruntusan memudar. Kulit makin kenyal. Aku suka. Oh Iya, kali ini aku kombinasikan pemakaian produk ini dengan Benton High Content Essence. Rasanya ajib banget. Manfaatnya makin amazing. Apalagi Benton ini juga buat menghaluskan kulit kan. Jadi Kombinasi yang Cucok banget. Kapan - kapan akan aku review produk dari Benton.
Ok, aku sudah menepati janjiku untuk mengupdate review ini ya. Intinya aku puas banget dengan produk Glanzen. Ini akan menjadi skin care rutin aku dan akan aku repurchase terus. Kalian silahkan coba, siapa tahu juga cocok.

Antara SKIN CARE atau MAKE UP


Antara Skin care atau Make Up. Kalian tim yang prefer ke mana nih gaes? Masing - masing punya jawaban yang berbeda - beda dengan argumentasinya sendiri. Kalau aku pribadi, lebih prefer ke Skin Care si. Barang kali ada tim Make Up, maaf ya. Setiap orang kan punya keputusannya masing - masing. Kenapa aku prefer ke Skin Care dari pada Make Up? Karena basic dari Skin Care adalah merawat dan memperbaiki kulit. Jadi, Skin care secara perlahan akan membuat kulit kita jadi semakin bagus dengan catatan skin care itu cocok untuk kulit kita. Jadi, manfaat dari skin care ini lebih lama kita rasakan. Sedangkan Make up fungsinya hanya menutupi kekurangan wajah kita. Maka sifatnya sementara. Kita bisa merasakan bagusnya kulit karena ditutupi oleh make up, jika make upnya sudah kita hapus maka manfaat itu akan hilang. Bahkan terkadang make up justru menimbulkan masalah baru seperti munculnya breakout dan bruntusan.
Orang tentu mempunyai pendapatnya masing - masing sesuai dengan tipe dan karakter mereka masing - masing. Ada yang sukanya praktis, sehingga make up adalah hal yang lebih dia utamakan. Kalau menunggu manfaat skin care itu bisa dirasakan itu kan hasilnya lama, sementara ketika kita butuh pergi misal ke kondangan atau mau ada acara penting gak mungkin kita membiarkan wajah kita penuh dengan kekurangan. Akhirnya make up menjadi pilihan.
Aku pribadi, untuk harian aku memang memakai make up kalau mau ke kantor. Kalau libur ya aku gak pakai make up sama sekali. Make up yang aku pakai tipis setipis kulit bawang. Kadang aku juga tidak memakai make up sama sekali karena takut telat ke kantor. Selain ke kantor aku gak memakai make up, kecuali aku ada acara penting. Kalau gak, ya aku keluar rumah dengan bare face. Tapi kalau skin care harian aku selalu pakai, mau jamnya mepet masuk kantor atau masih lama. Aku wajib pakai skin care. Skin care harian yang biasanya aku pakai itu toner, serum, face oil, mouisturizer, dan sunblock.
Jika dihubungkan dengan hukum agama ya, ini hanya telaahan sederhana dari orang awam sepertiku. Skin care itu hukumnya wajib sedangkan make up itu sunnah. Karena hakikatnya skin care itu merawat sementara make up itu menghias. Tujuan utama dari merawat adalah menjaga apa yang sudah ada agar tidak rusak, agar keadaannya tetap terjaga, serta memperbaiki yang rusak. Karena itu merawat adalah salah satu bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas karunia-Nya memberikan wajah yang indah. Bersyukur adalah sebuah kewajiban yang dibebankan kepada seorang hamba. Karena itu skin care itu wajib. Sementara hakikat dari menghias adalah memperindah yang sudah ada dengan menambahkan atau menutupi kekurangan yang ada dan dikomposisikan agar lebih harmonis. Menghias bukanlah sebuah kewajiban, itu hanya sebuah kesunnahan.
Demikianlah pendapat saya pribadi, barang kali ada yang tidak berkenan mohon maaf. Lebih baik kita sharing saja agar pemikiran sama - sama terbuka.