Atas

Review Emina Creammate No 11


Perkonsumerisme ini berawal ketika aku meet up bersama teman-teman kuliahku dulu. Kita hang out ke sebuah kafe untuk sekedar makan-makan ringan. Setelahnya, kami memutuskan untuk pergi ke tempat lain karena kita sama-sama sedang galau akibat di PHP sama cowok.
Sebelum pergi ke tempat yang dituju kami memutuskan untuk istirahat sejenak untuk melepas lelah perjalanan dan touch up make up. Seperti simplenya aku pada biasanya, aku hanya membawa alat touch up berupa bedak dan lipstik merek Mirabella No. 64. Warna lipstick itu sangat merah. Sebenarnya aku kurang cocok dengan warna itu, tapi lipstik itu adalah titisan dari emak yang beli tapi pada akhirnya gak suka sendiri jadi akhirnya diwariskan ke anaknya. Aku hanya memakai lipstik ini untuk ombre saja. Karena warna dasarnya aku sudah memakai Mineral Botanica Lipcream No 19. Kalian bisa check reviewnya di sini. Dua perpaduan lipstick ini untuk dijadikan ombre sangat bagus. Gradasinya harmonis sekali.
Tapi saat itu, warna dasar lipstickku sudah agak hilang gegara aku makannya gak jaim. Asal mangap aja, dan akibatnya lipstickpun luntur. Kalau aku hanya menumpuk lipsticknya dengan Mirabella ini maka hasilnya kurang bagus, karena nanti warnanya jadi merah menyala. Itu terlalu seksi, aku lebih suka yang natural.
Ketika temanku mengeluarkan peralatan touch upnya aku penasaran. Eh tapi ya, ternyata dia lebih simple dari aku. Dia Cuma bawa lipstick doang. Bahkan kaca pun boleh pinjam dari gua. Dia memakai Emina Creammate. Aku mengamati hasilnya, dan ternyata bagus. Aku pun memilih untuk touch up dengan Lipstick temanku itu. Karena kita sahabat, jadi joinan gak masalah kan? Mode gratis gan, lumayan. Hasilnya bagus. Maka aku memutuskan untuk membeli Emina Creammate ini.
Untuk pic ini, aku kasih filter. Jadi, warna foto lebih terang dari aslinya
Emina Creammate yang temanku pakai adalah nomor 11. Sesuai dengan itu, aku juga membeli nomor yang sama. Harganya 38.000 rupiah. Cukup murah untuk ukuran lipcream, pikirku. Tak sabar, aku langsung membuka kardusnya di rumah. Bungkus kardusnya cantik, warna pink kecoklatan gitu. Aku mencoba melihat isinya, ternyata isinya hanya 5.5g. Huhu, dikit banget dah. Pantesan murah. Saking sedikitnya, ketika baru pertama aku mengambil aplikatornya, bagian bawah tabung itu sudah terlihat jernihnya. Artinya cairan dari creamnya sebagian sudah terangkat. Aduh, jadi sayang mau makai. Takut habis.
Bau creammate ini sangat enak. Kayak bau adonan roti. Terus ketika di apply dibibir rasanya ringan. Beberapa kali aku mencoba lipcream dari brand lain, Creammate Emina inilah yang paling ringan. Jadi, akan sangat nyaman kalau untuk daily make up. Terus hasil warnanya bagus. Kalau di box sih tertulis nama warnanya adalah Amaze Balls. Hasilnya pink agak ungu kecoklatan. Pokoknya natural. Semakin ke sini aku tahu kalau itu namanya warna mauve.
Untuk tingkat pigmentasinya sih lumayan. Untuk ukuran lipcream yang ringan seperti ini, kekuatan warnanya cukup bagus. Biasanya untuk daily make up, aku cukup menotolkan beberapa titik dibagian atas dan bawah bibirku dengan aplikatornya. Kemudian aku ratakan pakai jari. Nah, Cuma seperti itu aja, bibirku sudah ganti warna menjadi cantik. Seger liatnya.
Adapun untuk ketahanannya, creammate ini cukup tahan beberapa jam. Jika kamu makan, creammate ini tidak terlalu meninggalkan bekas di makanan. Berbeda dari lipcream lain yang creamnya akan berpindah ke makanan ketika kamu sedang makan. Karena itu creammate ini cocok untuk kamu wanita yang sibuk yang susah buat touch up. Sayang saja sih, isinyaa sedikit. Jadi musti sering-sering repurchase.

Review Etude House Super Slim Proof Brush Liner No 2 (Brown)

Apa kabar ladies?
Kali ini saya ingin mereview sebuah produk dari brand Korea. Akhir-akhir ini brand Korea cukup happening di kalangan beauty vlogger Indonesia. Brand-brand terkenal seperti Innisfree, Nature Republic, Etude House, 3CE dan sebagainya. Korea terkenal dengan produk skin carenya. Karena itu banyak produk skin care yang beredar di pasaran Indonesia. Namun, kali ini saya bukan akan membahas skin carenya melainkan produk make upnya.
Produk yang akan saya review adalah Eyeliner.
Korea terkenal dengan riasan naturalnya, karena itu setiap produknya mereka selalu menyertakan warna brown yang sering dijadikan maskot riasan alami. Eyeliner yang saya beli ini juga berwarna brown.
Pada postingan sebelumnya pernah saya bahas kalau saya adalah orang yg tidak berjodoh dengan eyeliner. Karena setiap saya membeli eyeliner, selalu saja ada hal yg membuat saya harus kembali membeli eyeliner lagi sebelum masa penggunaan eyeliner sebelumnya habis.
Eyeliner etude house adalah eyeliner terkini yang saya miliki. Saya membelinya secara online. Harganya kisaran 100rb-an, dan ongkos kirimnya sekitar 20rb-an.
Kenapa tertarik dengan eyeliner etude house ini?
pertama, sudah saya bahas sebelumnya bahwa dari brand etude house ini menawarkan warna eyeliner natural, salah satunya warna coklat. Bagiku sangat susah mencari warna eyeliner yg natural dari brand lokal. Mayoritas eyeliner yang ditawarkan berwarna hitam atau putih. Sebelumnya aku menemukan warna coklat dari brand Ranee. Sayang eyeliner ini tidak bertahan lama.
kedua, mata pensil yang sangat tajam memungkinkan saya untuk membuat eyeliner setipis mungkin. Saya tipe orang yang lebih suka menggunakan make up tipis. Karena itu, ketika memakai eyeliner saya tidak suka efek yang terlalu strong. Biasanya saya hanya mempertegas garis mata saya dengan sekali pulasan. Sehingga warnanya tidak terlalu tebal. Bentuk eyeliner yang saya gambar pun hanya mengikuti garis mata dan sedikit saya tarik memanjang untuk memberi efek mata yang kelihatan lebih lebar. Tipe mata saya tidak cocok jika dibuat cat-eye style.
ketiga, harga dari eyeliner ini cukup terjangkau bagi saya. Karena itu saya ingin mencobanya.
Tapi sebenarnya untuk urusan riasan mata, maybelline adalah ahlinya. Maskara dan eyeliner maybelline sangat bagus. Dulu saya juga pernah mencoba eyeliner maybelline dan warnanya benar benar pigmented banget, sayang saja saya tidak menemukan warna coklat dibrand ini.

Ok, kita mulai mereview produk eyeliner dari Etude House.
Sebenarnya untuk jenis ini, eyeliner ini mempunyai dua versi. Versi pen dan versi pencil. Saya memilih yang pen karena sebelumnya saya pernah beli eyeliner bentuk pensil namun hasilnya kurang memuaskan. Ujung matanya tajam, sehingga mudah diaplikasikan apalagi untuk amatiran seperti saya.
Ekspektasi saya, eyeliner ini adalah waterproof dan pigmented sekali. Namun setelah diaplikasikan ternyata eyeliner ini agak watery, jadi warnanya tidak terlalu keluar. Eyeliner ini juga bukan waterproof, jadi ketika dihapus pakai tangan pun warnanya sudah hilang. Sebenarnya ada plus dan minusnya si untuk masalah waterproof. Plusnya, bagi seorang amatiran seperti saya, yang masih sering melakukan kesalahan saat menggambar eyeliner maka mudah menghapusnya jika menggunakan eyeliner yang non waterproof. Minusnya, untuk tipe kulit berminyak eyeliner nonwaterproof sangat tidak berteman. Karena minyak dikulit anda lama-lama akan menyamarkan eyeliner anda. Pengalaman saya, kadang susah jaga tangan. Tiba tiba mata terasa gatal lalu tangan auto mengucek mata. Alhasil, jadi berantakanlah eyelinernya.
Selain itu eyeliner ini kurang pigmented. Meskipun saya sudah apply tiga layer tapi warnanya tetap kurang keluar. Sekali lagi hal semacam ini ada plus dan minusnya. Karena saya suka riasan natural, hal semacam ini bukanlah masalah. Apalagi untuk make up harian, eyeliner macam gini sangat bagus biar tidak dibilang make up menor. Namun, terkadang saya juga butuh make up tebal terutama untuk acara-acara penting misalnya pergi ke undangan dinas, atau pergi ke pesta pernikahan teman. Saya pakai eyeliner ini tidak kentara kalau saya pakai eyeliner. Kurang 'wah' gitu.
Itu lah sedikit review produk eyeliner dari etude house. Semua ada plus minusnya tergantung kebutuhan make up anda. Maka saya sarankan untuk membeli produk make up yang sesuai dengan riasan yang anda inginkan. Lebih baik punya 2 jenis atau lebih dari produk make up. Misal saja beli 2 jenis eyeliner dari brand yang berbeda. Satu untuk make up harian, satunya untuk make up bold untuk acara formal.

Antara Aku dan Ketidakjodohanku dengan Eyeliner

Pengen curhat nih, sama kalian semua. Alkisah, aku sudah akrab banget dengan yang namanya eyeliner. Sering banget gonta-ganti eyeliner. Eyeliner yang sebelumnya padahal ya belum habis, tapi udah beli yang baru. Ini bukan karena aku gak setia ya, jangan kau uji kesetiaan seseorang dengan menyamakan hubungannya dengan eyeliner. Alah, aku ngomong apa si?
Eyeliner yang pertama aku miliki adalah eyeliner jenis pensil. Tapi ya waktu itu aku masih cupu. Cupu harta maksudnya. Jadi aku beli yang produk abal-abal harga 6000 kalau gak salah. Sebenernya si aku gak yakin akan keasliannya, tapi yah namanya pengen kece. Waktu itu aku lagi obsesi banget buat tampil ala artis Korea yang suka banget pakai eyeliner.
Diawal pemakaian rasanya pedes, gegara aku gak bisa cara pakainya. Tuh pensil sampai nyulek nyulek mata. Mata jadi merah kayak habis marah. Tapi aku jadi lebih pede. Mataku jadi keliatan lebih bulet. Satu jam oke lah ya. Dua jam, tiga jam dan seterusnya, kok rasa rasanya gatel ya. Terus pada belobor sampai ke bawah mata. Jadinya kayak mata panda. Sehari dua hari aku masih berusaha maklumi. Mungkin ini karena aku belum terbiasa memakai eyeliner. Barang kali mataku masih dalam tahap penyesuain dg eyeliner. Tapi ini kok lewat dari 1 minggu tetep aja rasanya masih pedes dan gatel. Gue curiga kan. Terus jadi parno, takut kalau produk itu bakal bahaya buat mata. Alhasil aku hentikan pemakaian.
Aku putuskan hubungan dengan eyeliner yang sebelumnya. Eyeliner itu aku biarkan saja meskipun kondisinya masih bisa dipakai. Maka aku berpindah haluan ke eyeliner cair. Brandnya si emang terkenal. Tapi harganya 13000. Padahal aku tahu kalau brand itu harganya paling tidak 50 ribuan ke atas. Aplikatornya susah dipakai. Waktu itu, karena masih amatir, tanganku sampai gemeteran pas memakainya jadi hasilnya coreng coreng. Udah gitu rasanya kok kayak ada lem dimataku. Bener bener emang masih amatiran dah. Terus baru beberapa kali dipakai, eyelinernya tumpah. Karena itu bentuknya cair otomatis isinya habis. Sisa pun, cuma dikit doang. Masak gue harus goretin sisanya?
Pindah haluan lagilah saya. Cerita berlanjut. Aku pun beli eyeliner lagi. Kali ini yang versi gel. Gak tanggung tanggung ini merek terkenal, dan harganya lumayan mahal. Ternyata kali ini pun aku tidak berjodoh gaes dengan eyeliner. Gak bisa pakainya. Udah gitu karena pernah jatuh, bungkus produknya itu pecah yg menyebabkan tidak bisa ditutup dengan rapat. Untung si bentuknya gel jadi gak tumpah. Eit tapi gegara tutupnya gak bisa rapat itu jadilah eyelinernya kering. Hohoho.
Karena eyeliner sebelumnya kering, maka terpaksa harus beli lagi kan? Kali ini aku mau yang pengaplikasiannya mudah. Maklum aku cewek yang gak bisa dandan. Lalu, aku beralih ke eyeliner bentuk crayon dari Ranee. Awalnya, beli  karena tergiur warnanya coklat. Emang lagi pengen banget eyeliner warna coklat biar kayak orang Korea. Bagus si, hasilnya natural. Jadi gak terlalu strong dan membuat mata jadi terlalu tegas. Tapi karena aku yang selalu ceroboh, stik krayonnya patah karena waktu itu aku pakai eyeliner dalam kondisi stiknya terlalu panjang. Aku lupa untuk memendekan. Bahkan patahnya bukan jadi satu, tapi bagian dalamnya juga ikutan patah. Aku sedih lho pas ini gaes. Berasa kehilangan banget. Karena gimana ya. Aku udah merasa nyaman dengan eyeliner ini. Warnanya aku suka, dan di applynya gampang. Untuk beberapa waktu, aku mencoba bertahan lho. Saking sayangnya, sayang sama uangnya maksudnya. Hehe, masak beli lagi. Modal lagi dong. Jadi bagian-bagian stik yang patah itu, masih tetap aku pakai. Walaupun perjuangan untuk memakainya terasa amat sulit, sesulit mengejar cintamu. Yah walaupun aku udah berusaha keras, warna eyeliner yang keluar sangat sedikit. Bahkan patahan stik yang tadinya agak panjang, justru patah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Yalord...konyol banget si gua.
Terpaksa ngumpulin uang buat modal beli eyeliner lagi. Kali ini gak tanggung-tanggung aku beli eyeliner dari brand Korea yang itu Etude House. Aku beli yang versi pen. Karena ujung aplikatornya sangat runcing, jadi gampang banget kalau kamu pengen bikin eyeliner yang tipis, setipis senyuman manis doi. Warna yang aku pilih adalah coklat. Seriuslah, demi apa pun. Aku jatuh cinta banget sama eyeliner ini. Warna oke, pigmented oke, aplikator oke. Da best lah. Bahkan harian pun aku sering pakai. Kalau eyeliner yang sebelumnya kan aku pakai kalau ada acara doang. Tapi serius eyeliner yang terakhir ini aku suka banget.
Menurut kalian, sama eyeliner yang terakhir ini aku berjodoh kah? Bisakah eyeliner ini bertahan lama? Tunggu kisah selanjutnya, yang akan aku tulis dalam bentuk Review Eyeliner Etude House.
Terimakasih sudah mampir di blog saya.